Rabu, 18 Maret 2009

Mendidik Sisi Emosional Si Kecil

Perkembangan seorang anak di usia balita bukan saja terbatas pada tubuh dan otaknya. Sisi emosionalnya pun berkembang sesuai denga bertambahnya usia. Sebagai orang tua, mendidik sisi emosional balita kita sangatlah penting. Bila seorang anak tidak dibiasakan untuk mengendalikan emosinya sejak dini, ia bisa mempunyai masalah dengan emosi terus-menerus hingga dewasa. Tentunya tidak ada orang tua yang menginginkan hal ini terjadi. Karena itu, ada beberapa tips yang Anda bisa praktekkan untuk mendidik sisi emosional si Kecil, agar ia tak hanya tumbuh cerdas dan sehat tapi juga berbudi pekerti yang baik.

1. Mulai dari diri Anda sendiri. Seorang anak, terutama di usia balita, cenderung meniru orang tuanya. Karena itu, Anda harus berhati-hati dalam menjaga emosi Anda sendiri, bukan saja dalam menangani anak Anda tetapi juga dalam Anda berinteraksi dengan orang lain saat Anda bersama si Kecil. Kalau ia melihat Anda tidak bisa mengendalikan emosi Anda, ia akan mendapat kesan bahwa ia pun boleh mengumbar emosinya. Pastikan Anda selalu memberikan contoh yang baik untuk si Kecil di masa-masa yang penting ini.

2. Ajarkan perilaku yang baik. Tunjukkan pada si Kecil bagaimana mengkomunikasikan emosinya dengan benar. Ajar ia untuk tidak menjerit dan menangis untuk mendapatkan apa yang ia mau dan tunjukkan cara yang benar untuk mengekspresikan dirinya. Dan saat ia bersikap menyenangkan, tunjukkanlah bahwa Anda senang melihat sikapnya sehingga ia pun belajar untuk bersikap dengan benar.

3. Perhatikan kebutuhan si Kecil. Anak-anak cenderung menjadi emosional saat ia lapar, bosan, lelah, dan sebagainya. Pastikan Anda selalu mengutamakan kebutuhan si Kecil dalam setiap aspek. Kenali apa yang ia suka dan tidak suka dan jangan memaksanya untuk selalu mengikuti kemauan Anda tanpa mendengarkan kemauannya.

4. Jangan bersikap kasar. Membesarkan anak, terutama di usia balita bisa melelahkan. Tetapi di saat Anda frustrasi sekalipun, jangan biasakan bersikap kasar kepada si Kecil. Bila ia melakukan kesalahan, beritahukan ia dengan tegas tetapi lembut. Ajak ia berdiskusi, dan komunikasikan padanya bahwa Anda menyayanginya terlepas dari kesalahan-kesalahannya. Tetapi pastikan Anda memberitahunya bahwa apa yang ia lakukan salah dan mintalah ia untuk tidak mengulanginya.

Pada akhirnya, cara mendidik anak yang terbaik adalah dengan memberikan contoh yang baik. Jadilah panutan bagi anak Anda dalam segala aspek kehidupan Anda. Bila ia selalu melihat contoh yang baik di diri Anda, niscaya ia pun akan tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti yang baik.



Melatih Kemampuan Koordinasi Otak Balita


Berapapun usia anak Anda, Anda bisa mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kesuksesan mereka dalam kehidupan. Dengan secara aktif mengajar mereka aktivitas yang berkontribusi untuk perkembangan otak mereka, Anda dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk menjadi sukses dalam hidup. Dengan demikian, Anda juga memastikan mereka mendapatkan banyak kesempatan untuk meraih keberhasilan, sehingga mereka menjadi percaya diri, positif dan optimis. 

Salah satu cara mendorong perkembangan otak anak Anda adalah dengan melatih kemampuan koordinasi otak kiri dan kanan mereka. Banyak penelitian yang menemukan bahwa otak kiri manusia bertanggung jawab untuk hal-hal yang sangat berbeda dengan otak kanan. Dan penelitian membuktikan bahwa di setiap orang, hanya satu dari kedua belahan otak ini yang memegang peranan dominan. Menurut teori ini, otak kiri adalah otak yang menganalisa, bertanggung jawab untuk pengukuran, logika, matematika dan analisa sedangkan otak kaann bertanggung jawab untuk kreativitas, seni, intuisi dan penggunaan kata—kata. Penelitian juga menunjukkan bahwa sangatlah penting untuk meningkatkan komunikasi atau hubungan diantara dua belahan otak ini. Jika kita melakukan hal ini, kita meningkatkan fungsi otak kita. Hal ini bisa dilakukan di usia berapapun dan telah terbukti bermanfaat. Keseimbangan yang lebih baik diantara dua belahan otak meningkatkan rasa aman, harmonis, membantu kemampuan membaca dan mengerti dan meningkatkan daya konsentrasi dan fokus. 

Aktivitas yang telah terbukti meningkatkan hubungan belahan otak biasanya adalah aktivitas yang menggunakan kedua bagian tubuh secara bersamaan. Pola bersilang yang kita semua gunakan saat berjalan atau berenang dan bayi gunakan ketika mereka merangkak, mengembangkan dan menguatkan hubungan diantara belahan otak. Yang dimaksud dengan pola bersilang adalah gerakan ketika kita menggerakkan tangan kanan dan kaki kiri kita maju ke depan, dan kemudian tangan kiri dan kaki kanan. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang anak yang otaknya cedera dan tidak merangkak, mendapat beberapa kecacatan dan dengan melatih aktivitas merangkak, mereka menunjukkan perbaikan yang mengejutkan. 

Aktivitas lain yang membantu menyeimbangkan belahan otak adalah berenang. Aktivitas ini bisa dilakukan di usia sedini mungkin, dan jika Anda berenang bersama anak Anda, kegiatan ini dapat menyehatkan tubuh Anda juga. Anda bisa mendorong anak Anda untuk ikut dalam grup berenang atau terlibat dalam aktivitas berenang di sekolah. Berlatih setiap hari dapat meningkatkan kesehatan mereka secara pesat dan juga meningkatkan fungsi otak. 

Selain itu, permainan berlari dan merangkak yang menyenangkan juga bisa membantu anak Anda. Jika Anda mempunyai beberapa orang anak, dorong mereka untuk bermain tangkap bola bersama. Ini adalah latihan yang baik dan membantu kecerdasan mereka. 
Berjalan dan berlari adalah aktivitas yang alami yang menggunakan pola bersilang dan sangat berguna dalam menyeimbangkan belahan kanan dan kiri otak.


Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang mempunyai tangan yang lebih dominan. Secara statistik, kebanyakan orang menggunakan tangan kanannya, namun ada banyak juga orang yang kidal. Aktivitas yang baik untuk melatih keseimbangan koordinasi otak kanan dan kiri adalah dengan melatih tangan yang lebih lemah. Bila anak Anda tangan kanannya dominan, latih tangan kirinya, bisa dengan melatih menulis atau menangkap dengan tangan kiri, demikian sebaliknya. Berlatih selama beberapa menit sehari dapat memberikan dampak yang besar. Dan ingatlah, dengan melakukan ini Anda memberikan anak Anda keuntungan yang tidak didapat banyak anak lain.

Aktivitas lain yang sangat produktif untuk anak Anda adalah bermain drum. Memang ini tidak untuk semua orang. Jika Anda tidak tahan bisingnya, mungkin ini bukan aktivitas untuk anak Anda. Tetapi, dengan belajar bermain drum, anak Anda akan menggunakan kedua tangannya secara bergantian, dan juga mempelajari pola. Bermain drum dapat menguatkan ingatan audio anak Anda, meningkatkan hubungan otak dan juga pengenalan akan pola. Lihat di halaman Halo Baba untuk permainan yang berhubungan dengan ini. 

Pada akhirnya, semua anak bisa menjadi anak yang cerdas dan sukses dalam hidupnya. Adalah tugas kita sebagai orang tua untuk mengembangkan mereka sesuai dengan potensi mereka agar suatu hari nanti mereka dapat menggapai cita-cita mereka.